Sebagai kader HMI Yang Militan tapi bukan cinta buta dan Memperbaiki Diri Kader HMI

Sebagai Penulis pemula  kader Hmi yang aktif di komiasariat dari tahun 2018, Memang perjalanan  hanya 2 tahun yang sedang berjalan , serta masih berpikir dan berkembang dalam perasaan ini dan terpikir ingin berhenti di hmi pada saat kegelisahan menerpa antara kuliah dan janji orang tua kepada anaknya agar lulus tepat waktu.

Dalam segi sudut pandang berbeda Penulis, yang banyak diberi suap ketika mengenal HMI pada saat itu, Ketika dalam Ranah ini, saya akan memahami bahwa tidaknya akademisi saja harus kita utamakan akan tetapi, sama-sama memabnatu  kemaslahatan umat bangsa ini, melalui tulisan ini, saya membuka cakrawala berwawasan luas dalam sudutpandang yang telah terbaca .

 

Ketika saya membaca salah satu buku yang menjelaskan 44 indikator  Kemunduran HMI Karya  tulisan agussalim sitompul bahwa diantaranya 44 indikator itu: pola perkaderan dan manajemen organisasi yang ketinggalan zaman, kurang visioner, memudarnya tradisi intelektual, tidak punya gagasan atau karya untuk masyarakat, kehilangan strategi perjuangan, daya kritis menurun, kehilangan kekuatan batin. Nah itulah sebagai penulis terusik dalam batin dan hati saya mengatakan bahwa saya akan masih bertahan disini di hmi untuk megabdi, Menjadi intelektual Mumpuni kalau seandainya bisa dan terwujud , dan  Banyak Hmi sekarang kurangnya membaca buku,serta asyik Bermain game dan sampai begadang (inilah kritikan Internal bagi kita) bersama memperbaiki pola system pengkaderan.

 

Kita selalu pada saat ini Terlalu asyik dalam Romantisme masa lalu dan menimpa  permasalahan setiap kader hmi baik PB,Cabang atau Komisaraiat, Inilah kita rasakan selama ini yang selalu silih berganti permasalahan.  Seorang penulis mengukapkan perasaan selama ini banyak kader HMI, merasa Belum mampu dan emban segala amanah di dalam komisariat, di sisi lain banyak ingin di bimbing dan di perhatikan, itulah biasanya yang selama penulis sekarang rasakan. Marilah kita mendewasakan diri agar semua itu jadikan pelajaran dan saling memahami dan melengkapi.

 

Pada kesimpulan ini , kita sama berpikir dan intropeksi diri bahwa menajemen organisasi sangat penting, serta pengaruh senior  selalu seimbang dengan sesuai keadaan saat ini, mari kita sama-sama menjadi kader  Militan tapi bukan cinta buta. Dan memperbaiki diri HMI.


Komentar